Berita

Jateng Catat Peserta Cek Kesehatan Gratis Tertinggi Nasional

×

Jateng Catat Peserta Cek Kesehatan Gratis Tertinggi Nasional

Sebarkan artikel ini
Cek Kesehatan Gratis (foto: Pemprov Jateng)
Cek Kesehatan Gratis (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Jawa Tengah mencatat capaian tertinggi nasional dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Lebih dari 10 juta warga mengikuti program ini, melampaui Jawa Timur (6,8 juta) dan Jawa Barat (5,2 juta).

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan capaian tersebut menunjukkan edukasi kesehatan di Jateng berjalan baik. “Jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi kepada masyarakat berjalan sangat baik,” ujarnya dalam rapat bersama DPR RI.

Keberhasilan Jateng ditopang integrasi layanan kesehatan berbasis jemput bola melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, Speling menghadirkan layanan kesehatan gratis hingga pelosok desa dengan melibatkan RSUD provinsi, kabupaten/kota, serta rumah sakit swasta.

Speling melayani pemeriksaan TBC, deteksi dini kanker serviks, antenatal care (ANC) bagi ibu hamil, layanan kesehatan disabilitas, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa. “Seluruh layanan diberikan gratis. Program ini akan terus dikembangkan sebagai model pelayanan kesehatan berbasis desa,” tegas Luthfi.

Data Dinas Kesehatan Jateng menunjukkan, pada 2025 jumlah pendaftar CKG mencapai 14,58 juta orang, dengan 14,29 juta telah menjalani pemeriksaan. Pada 2026, jumlah pendaftar 11 juta dengan 10,78 juta warga terlayani. Sejak 2025 hingga Juni 2026, Speling telah melayani 107.083 warga melalui 1.248 kegiatan di 454 kecamatan dan 1.138 desa.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr Zulfachmi Wahab, menilai kolaborasi CKG dan Speling memberikan dampak besar. “Keduanya saling melengkapi dalam deteksi dini penyakit dan perluasan akses layanan kesehatan spesialis hingga tingkat desa,” ujarnya.

Pemprov Jateng menargetkan Speling menjangkau 1.000 desa pada 2026 dengan lebih dari 100.000 warga terlayani. Upaya ini diperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Polda Jateng untuk pelacakan TBC dan perguruan tinggi untuk pemeriksaan mahasiswa baru.

Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah tidak hanya menjadi provinsi dengan peserta CKG terbanyak, tetapi juga dinilai berhasil menghadirkan model layanan kesehatan terintegrasi berbasis desa yang memperkuat kolaborasi pusat dan daerah.