Kota Pekalongan, NARASIKOE.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) memastikan pemenuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga yang masih bertahan di pengungsian tetap terjamin. Langkah ini diambil menyusul keputusan Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, yang memperpanjang status tanggap darurat banjir di wilayah tersebut hingga 13 Februari 2026 mendatang.
Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Wildan Zuhad, menjelaskan bahwa, sejak tanggal 29 Januari 2026, pola penyediaan konsumsi bagi pengungsi mengalami perubahan. Setelah operasional Dapur Umum (DU) di Dinsos-P2KB Kota Pekalongan resmi ditutup pada 28 Januari, pihak dinas kini beralih dengan membeli paket nasi bungkus dari warung-warung sekitar.
“Dapur umum sebelumnya beroperasi sejak Sabtu, 17 Januari hingga 28 Januari. Kami memutuskan untuk menyelesaikannya karena jumlah pengungsi menurun signifikan dari 2.200 jiwa menjadi sekitar 590-an jiwa. Untuk meng-cover makan pengungsi saat ini, kami membelinya di warung-warung lokal sebanyak tiga kali sehari,” ujar Wildan saat ditemui di Kantor Dinsos-P2KB, Senin (2/2/2026).
Langkah ini dinilai lebih efisien untuk jumlah pengungsi yang terus menyusut, sekaligus membantu menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil di sekitar titik pengungsian.
Berdasarkan data per Minggu sore (1/2/2026), jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian kini tersisa 219 orang. Penurunan drastis ini dipicu oleh kondisi cuaca yang mulai cerah, sehingga warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Saat ini, distribusi bantuan makanan dan pemantauan difokuskan pada tiga titik utama pengungsan, yaitu Aula Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK), Eks-Kantor Kelurahan Kraton Kidul, dan salah satu TPQ.
“Beberapa titik seperti Aula Kelurahan Tirto dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat sudah mulai kosong sejak Jumat siang lalu karena warga sudah berpamitan untuk pulang,” tambah Wildan.
Meski fokus utama Dinsos-P2KB adalah pada sektor konsumsi (permakanan), Wildan menegaskan bahwa, pemenuhan kebutuhan dasar lainnya terus dikoordinasikan secara ketat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Selama saudara-saudara kita masih berada di pengungsian, kebutuhan makan tiga kali sehari akan terus kami penuhi. Kami juga berharap kondisi cuaca terus membaik sehingga warga bisa segera membersihkan rumahnya dan kembali beraktivitas dengan normal,” tutup Wildan.


















