Berita

Waspada Penyebaran Virus Nipah, Barantin Perketat Lalu Lintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan

×

Waspada Penyebaran Virus Nipah, Barantin Perketat Lalu Lintas Komoditas Hewan dan Tumbuhan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, NARASIKOE.COM- Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan masuk dan menyebarnya virus Nipah (Nipah Virus/ NiV) seiring meningkatnya laporan kasus di beberapa negara Asia Selatan.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan pangan nasional, serta pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular berbahaya ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya penguatan pengawasan tersebut dilaksanakan oleh Barantin secara terintegrasi melalui pendekatan manajemen risiko, sistem karantina modern, serta sinergi lintas sektor.

Sahat menegaskan, bahwa apabila virus Nipah masuk ke Indonesia, dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan perdagangan, seperti terjadinya wabah pada sektor peternakan, kerugian ekonomi akibat pemusnahan ternak, pembatasan ekspor produk hewan dari Indonesia, penurunan kepercayaan mitra dagang internasional, serta ancaman serius terhadap kesehatan manusia. Sehingga sistem karantina yang kuat menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, perdagangan, dan kesehatan nasional.

Pencegahan virus Nipah memerlukan kewaspadaan bersama, sehingga Sahat menegaskan bahwa pengetatan lalu lintas media pembawa merupakan benteng utama perlindungan nasional terhadap ancaman penyakit hewan menular berbahaya. Barantin sendiri berkomitmen untuk terus melindungi sumber daya hayati nasional, menjaga keamanan hayati (biosecurity), mendukung ketahanan pangan nasional, dan memperkuat daya saing perdagangan Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sahat mengajak para pelaku usaha untuk turut memastikan seluruh media pembawa yang masuk ke Indonesia dilengkapi sertifikat kesehatan, mematuhi prosedur karantina dan pemeriksaan, juga menerapkan biosekuriti secara konsisten di lokasi usaha. Ia juga mengimbau pada masyarakat agar tidak membawa hewan dan produk hewan secara ilegal, menghindari konsumsi produk tanpa jaminan keamanan, melaporkan temuan hewan sakit atau kematian tidak wajar, serta menjaga kebersihan dan higienitas, karena virus Nipah dapat dinon-aktifkan pada suhu 60?C selama 60 menit, juga rentan terhadap sabun dan desinfektan umum, pelarut lipid (alcohol dan eter) dan larutan natrium hipoklorit.

Sahat juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada, tidak panik, serta mendukung penguatan sistem karantina nasional secara berkelanjutan.Sahat menyampaikan, bahwa Barantin bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan instansi terkait lainnya memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Namun demikian, potensi risiko tetap perlu diantisipasi secara serius, mengingat tingginya mobilitas manusia, perdagangan hewan, serta lalu lintas produk hewan lintas negara dan antar wilayah. Menurutnya, Barantin terus memperkuat kesiapsiagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, laboratorium, serta sistem pemantauan penyakit hewan.

Pencegahan virus Nipah memerlukan kewaspadaan bersama, sehingga Sahat menegaskan bahwa pengetatan lalu lintas media pembawa merupakan benteng utama perlindungan nasional terhadap ancaman penyakit hewan menular berbahaya. 

Barantin sendiri berkomitmen untuk terus melindungi sumber daya hayati nasional, menjaga keamanan hayati (biosecurity), mendukung ketahanan pangan nasional, dan memperkuat daya saing perdagangan Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sahat mengajak para pelaku usaha untuk turut memastikan seluruh media pembawa yang masuk ke Indonesia dilengkapi sertifikat kesehatan, mematuhi prosedur karantina dan pemeriksaan, juga menerapkan biosekuriti secara konsisten di lokasi usaha.

Ia juga mengimbau pada masyarakat agar tidak membawa hewan dan produk hewan secara ilegal, menghindari konsumsi produk tanpa jaminan keamanan, melaporkan temuan hewan sakit atau kematian tidak wajar, serta menjaga kebersihan dan higienitas, karena virus Nipah dapat dinon-aktifkan pada suhu 60?C selama 60 menit, juga rentan terhadap sabun dan desinfektan umum, pelarut lipid (alcohol dan eter) dan larutan natrium hipoklorit. 

Selain itu, Sahat juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada, tidak panik, serta mendukung penguatan sistem karantina nasional secara berkelanjutan.