Hiburan

Selama Libur Nataru, Kunjungan Wisata ke Demak Meningakat

×

Selama Libur Nataru, Kunjungan Wisata ke Demak Meningakat

Sebarkan artikel ini

Demak, NARASIKOE.COM- Dari data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisata selama libur Nataru mencapai lebih dari 3,8 juta orang di berbagai destinasi yang ada. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Demak tercatat kunjungan sebanyak 523.525 wisatawan.

Kunjungan wisata Religi Masjid Agung Demak sebanyak 298.315 wisatawan, sedangkan Makam Sunan Kalijaga dikunjungi sebanyak 272.368 wisatawan. 

Kepala Dinas Pariwisata Endah Cahyarini melalui Ka Bidang Pengembangan Produk Obyek Daya Tarik Wisata (PPODTW) Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Masluroh menyampaikan Kabupaten Demak berhasil masuk dalam jajaran lima besar daerah tujuan wisata di Provinsi Jawa Tengah selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Capaian tersebut didorong tingginya minat wisatawan terhadap destinasi wisata religi, khususnya Masjid Agung Demak.

BACA JUGA  PT KAI Daop 4 Semarang Ingatkan Kembali Mengenai Reduksi Tiket KA

“Demak menempati peringkat ketiga daerah tujuan wisata di Jawa Tengah, setelah Kota Semarang dan Kabupaten Klaten, disusul Kabupaten Rembang dan Kota Surakarta”, kata Masluroh saat di konfirmasi. Rabu, (07/01/2026).

“Masjid Agung Demak menjadi peringkat kedua dan Makam Sunan Kalijaga menjadi peringkat ketiga destinasi wisata terfavorit Jawa Tengah setelah Kota Lama Semarang. Jumlah kunjungan ke Masjid Agung Demak tercatat sebanyak 298.315 wisatawan, sedangkan Makam Sunan Kalijaga dikunjungi sebanyak 272.368 wisatawan”, tambahnya.

Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap wisata religi di Kabupaten Demak, terutama saat momentum libur panjang akhir tahun.

BACA JUGA  PT KAI Daop 4 Semarang Sediakan 68 Ribuan Tempat Duduk, Selama Libur Panjang Isra Mi'raj

Peningkatan jumlah wisatawan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata religi, seperti pedagang, jasa parkir, hingga penginapan, turut mengalami peningkatan.

“Capaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah bersama pengelola destinasi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan kawasan wisata”, jelasnya.