Berita

Ringankan Korban Banjir, IGTKI Kota Pekalongan Donasi Bantuan Makanan

×

Ringankan Korban Banjir, IGTKI Kota Pekalongan Donasi Bantuan Makanan

Sebarkan artikel ini
Dok Tim Liputan Dinkominfo Pemkot Pekalongan
Dok Tim Liputan Dinkominfo Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan, NARASIKOE.COM-Sebagai bentuk kepedulian, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Pekalongan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir melalui kegiatan IGTKI Peduli. Bantuan ditujukan khususnya untuk anak-anak usia dini dan warga di pengungsian yang mengalami kesulitan akibat bencana.

Ketua IGTKI Kota Pekalongan, Barokah Al Fitri, saat ditemui di TK Batik PPIP, Senin (19/1/2026)  menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa nasi kotak berasal dari guru dan wali murid. 

“Dapur umum di pengungsian juga kewalahan memenuhi kebutuhan warga. Dengan bantuan ini, setidaknya sebagian kebutuhan makan bisa terpenuhi,” jelasnya.

BACA JUGA  Jembatan Karangwuni-Karakan Diresmikan, Tingkatkan Konektivitas di Sukoharjo

Selain bantuan makanan, Barokah menambahkan bahwa IGTKI juga melaksanakan sesi trauma healing untuk anak-anak. 

“Tujuannya supaya anak-anak tidak mengalami pikiran negatif atau trauma akibat banjir. Kami ingin mereka tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Kegiatan Peduli Banjir, Sri Ellyunara, menyebut bahwa distribusi nasi kotak difokuskan di pengungsian Kecamatan Pekalongan Barat, yang terdampak cukup parah. Titik-titik utama distribusi meliputi Bendan, Tirto, Podosugih, Pasirsari, dan Kramatsari.

 “Kami akan terus membuka peluang bagi lembaga pendidikan lain yang ingin berdonasi sampai masa tanggap darurat bencana banjir berakhir,” katanya.

BACA JUGA  Normalisasi Jalur Pekalongan - Sragi yang Terdampak Banjir Terus Dilakukan, KA Berjalan 40 Kpj dan Tidak Ada Pembatalan Perjalanan

Ia berharap kegiatan ini dapat meringankan sedikit beban warga yang terdampak untuk mendapatkan kebutuhan dasar, sementara anak-anak tetap bisa menjalani aktivitas dengan rasa nyaman meski lingkungan mereka masih terdampak banjir.