Demak, NARASIKOE.COM-Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat pesisir terhadap dampak krisis iklim, Komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari Kabupaten Demak bekerja sama dengan Generate Project, University of Leeds, melaksanakan rangkaian kegiatan penghijauan di wilayah pesisir Demak.
Kegiatan bertema “Penghijauan untuk Ketahanan Pangan Pesisir yang Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan menyasar tiga desa pesisir, yakni Desa Morodemak, Desa Purworejo, dan Desa Timbulsloko.
Penggerak Komunitas Puspita Bahari, Masnuah, menyampaikan bahwa program ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas perempuan nelayan di tingkat akar rumput yang saat ini menghadapi dampak berlapis akibat krisis iklim, kerusakan ekologi pesisir, serta tekanan ekonomi yang dipicu oleh banjir rob yang semakin intens dan meluas di wilayah pesisir Demak.
“Perempuan nelayan menghadapi tantangan yang semakin berat. Melalui program ini, kami ingin memperkuat kemampuan mereka untuk bertahan dan beradaptasi secara kolektif”, ujar Masnuah, Minggu (18/01/26).
Lanjutnya, melalui pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini memfasilitasi perempuan nelayan untuk meningkatkan kapasitas, kepemimpinan, serta kemandirian dalam mengelola ketahanan pangan pesisir secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, komunitas perempuan nelayan di masing-masing desa telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua minggu.
Persiapan tersebut meliputi pengolahan dan penataan lahan kebun pangan yang dirancang adaptif terhadap kondisi banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir. Dalam kegiatan penghijauan ini, para perempuan nelayan menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, serta tanaman pendukung kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Media tanam yang digunakan pun beragam dan ramah lingkungan, mulai dari pot, polybag, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga seperti botol plastik dan kaleng bekas”, jelasnya
“Selain menanam, kami juga mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam. Ini sekaligus menjadi upaya pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah pesisir”, tambah Masnuah.


















