Opini

Mewaspadai Potensi Bencana selama Musim Hujan

×

Mewaspadai Potensi Bencana selama Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

NARASIKOE.COM – MEMASUKI puncak musim hujan sejumlah wilayah di Indonesia kembali dihadapkan pada potensi bencana hidrometeorologi yang dapat muncul sewaktu-waktu. Banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang hingga gelombang tinggi merupakan rangkaian ancaman yang biasanya meningkat seiring dengan intensitas hujan yang kian tinggi.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat, kesiapan pemerintah, juga mitigasi yang tepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko akibat bencana, baik kerugian materiil maupun korban jiwa.

Bencana hidrometeorologi pada dasarnya muncul akibat interaksi antara kondisi cuaca dan kerentanan lingkungan. Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang dapat membuat sungai meluap dan menggenangi permukiman.

Di daerah perbukitan, tanah yang jenuh air rawan bergerak dan memicu longsor. Sementara itu, perubahan arah angin dan tekanan udara dapat memunculkan puting beliung atau gelombang tinggi di perairan.
Siklus ini memang tidak dapat sepenuhnya dicegah, tetapi dampaknya dapat ditekan atau diminimalkan apabila langkah antisipasi juga dilakukan sejak dini.

BACA JUGA  Mewaspadai Potensi Banjir dan Rob Awal 2026

Pada level keluarga dan individu, misalnya, kewaspadaan terhadap potensi bencana dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana. Masyarakat perlu rutin memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terutama mereka yang tinggal di daerah rawan.

Memastikan instalasi listrik, saluran air, dan pompa dalam kondisi baik juga penting untuk mengurangi risiko korsleting atau hambatan pembuangan air.

Masyarakat yang tinggal di kawasan dekat sungai harus memperhatikan peningkatan debit sungai serta menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan deras. Selain itu, menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian, senter, dan peralatan darurat juga sangat membantu apabila sewaktu-waktu harus mengungsi.

Peran Vital Pemerintah

Di level yang lebih tinggi, pemerintah daerah yang didukung organisasi sukarelawan kebencanaan memiliki peran yang sangat vital. Pembersihan saluran drainase, pengerukan sedimentasi sungai, dan normalisasi titik-titik rawan banjir adalah tanggung jawab yang perlu dilakukan secara berkala.

BACA JUGA  Menjaga Keseimbangan Alam, Menekan Potensi Bencana

Di daerah rawan longsor, pemasangan alat deteksi pergerakan tanah dan penguatan struktur tebing menjadi langkah yang tidak kalah penting. Selain itu, sosialisasi jalur evakuasi dan titik kumpul aman juga harus dilakukan secara masif agar masyarakat tidak kebingungan ketika bencana terjadi.

Jika bencana sudah terjadi, mitigasi menjadi fase krusial. Prioritas utama adalah menyelamatkan jiwa. Warga yang berada di lokasi bencana harus segera menghubungi aparat desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau sukarelawan terdekat untuk memastikan bantuan dapat cepat tiba.

Sebaiknya hindari mengambil risiko menyeberangi banjir deras karena bisa jadi arus lebih kuat dari perkiraan, seperti yang terjadi pada kasus banjir bandang.

Pada kasus bencana longsor, menjauh dari area retakan tanah dan mengungsi ke zona aman harus secepatnya dilakukan tanpa menunda waktu.

Sementara itu bagi para nelayan, seluruh aktivitas melaut juga harus segera dihentikan jika gelombang tinggi sudah mencapai level berbahaya.

BACA JUGA  Menguatkan Karakter Generasi Muda lewat Akar Budaya Lokal

Setelah kondisi relatif aman, langkah selanjutnya adalah memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, penerangan, dan layanan kesehatan terpenuhi. Pemerintah daerah harus bergerak cepat membuka dapur umum, menyiapkan posko kesehatan, dan memperbaiki akses jalan yang rusak agar logistik dapat masuk ke wilayah terdampak.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan untuk mencegah beberapa jenis penyakit pascabanjir seperti diare, leptospirosis, atau infeksi kulit.

Musim hujan bukan hanya tantangan, tetapi juga ujian kesiapan bersama. Dengan kewaspadaan, koordinasi, dan kesadaran mitigasi yang kuat, masyarakat dapat mengurangi berbagai dampak bencana hidrometeorologi yang muncul setiap tahun.

Kuncinya adalah tidak abai, tidak menunda persiapan, dan selalu mengutamakan keselamatan. Sikap siaga hari ini akan menyelamatkan kehidupan esok hari. (*)

-Tim Redaksi

Opini

NARASIKOE.COM – SETIAP kota memiliki caranya sendiri untuk bercerita. Ada yang berbicara lewat bangunan tinggi, ada pula yang menuturkan kisahnya…

Opini

NARASIKOE.COM – BERITA viral pada akhir tahun 2025 kemarin soal sepinya jumlah kunjungan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara…