Berita

Menhub Dudy Tinjau Jalur Kereta Tergenang Banjir di Kota Pekalongan, Evaluasi Keselamatan dan Persiapan Angkutan Lebaran

×

Menhub Dudy Tinjau Jalur Kereta Tergenang Banjir di Kota Pekalongan, Evaluasi Keselamatan dan Persiapan Angkutan Lebaran

Sebarkan artikel ini
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah titik perlintasan dan jalur kereta api di Kota Pekalongan yang sempat tergenang banjir, Rabu (21/1/2026).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah titik perlintasan dan jalur kereta api di Kota Pekalongan yang sempat tergenang banjir, Rabu (21/1/2026).

Kota Pekalongan, NARASIKOE.COM– Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah titik perlintasan dan jalur kereta api di Kota Pekalongan yang sempat tergenang banjir, Rabu (21/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 sekaligus persiapan menghadapi angkutan Lebaran 2026, khususnya terkait aspek keselamatan perjalanan kereta api.

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, serta unsur Forkopimda Kota Pekalongan, termasuk Kapolres Pekalongan Kota.

Menhub Dudy menjelaskan bahwa, dari hasil peninjauan di lapangan, terdapat beberapa titik jalur kereta api yang sebelumnya sempat tergenang banjir dengan ketinggian cukup signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada operasional perjalanan kereta api, khususnya terkait pembatasan kecepatan demi menjaga keselamatan penumpang.

“Siang hari ini Saya didampingi Pak Wali Kota, Direksi PT KAI, Direktur Keselamatan, Dirjen Perkeretaapian, serta Pak Kapolres, meninjau langsung beberapa titik jalur kereta api yang tergenang. Ini merupakan bagian dari evaluasi pasca pelaksanaan Nataru dan juga persiapan kita menghadapi angkutan Lebaran,” ujar Menhub.

BACA JUGA  Pengelolaan ASN di Jateng Berpotensi Jadi Barometer Nasional

Menurutnya, pembatasan kecepatan terpaksa dilakukan di sejumlah titik yang genangannya masih cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api atau penurunan on-time performance (OTP), namun langkah itu dinilai penting sebagai upaya mengutamakan keselamatan.

“Ada keterlambatan karena memang dilakukan pembatasan kecepatan. Demi keselamatan, kecepatan kereta dikurangi sehingga berdampak pada ketepatan waktu. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menhub menambahkan bahwa, PT KAI telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengantisipasi potensi banjir yang dinilai lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa, penanganan persoalan banjir di jalur kereta api tidak bisa dilakukan oleh PT KAI sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Ini tidak mungkin PT KAI bekerja sendirian. Ada keterkaitan dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta kementerian dan lembaga lain, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai. Semua harus duduk bersama untuk solusi jangka pendek dan jangka panjang,” jelasnya.

Menhub juga menyampaikan bahwa, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang terhadap titik-titik rawan yang sebelumnya tidak terpetakan, namun kini terbukti berpotensi menimbulkan gangguan operasional akibat banjir.

BACA JUGA  Tutup Turnamen Angkid Boro Cup 1 2025, Bupati Sukoharjo Dorong Bibit Atlet Baru

“Kejadian di Kota Pekalongan ini menjadi pembelajaran. Titik-titik yang sebelumnya tidak kita antisipasi ternyata bisa terdampak cukup serius. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan,” imbuhnya.

Menhub Dudy menegaskan bahwa, perbaikan dan normalisasi jalur kereta api akan terus diupayakan secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan perjalanan.

“Kita berharap curah hujan tidak tinggi sehingga perbaikan bisa dilakukan dengan cepat. Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas, namun keselamatan perjalanan kereta api tetap yang utama,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung Menteri Perhubungan beserta jajaran dalam meninjau kondisi infrastruktur perkeretaapian di wilayahnya. Menurutnya, banjir yang terjadi di Kota Pekalongan dalam beberapa waktu terakhir memang memiliki intensitas dan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Menteri Perhubungan yang telah turun langsung ke Kota Pekalongan. Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap keselamatan transportasi dan kondisi daerah kami yang saat ini masih menghadapi persoalan banjir,” ujar Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya.

BACA JUGA  Update Terbaru Pembatalan KA Imbas Banjir Pekalongan 

Wali Kota Aaf menjelaskan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan banjir, baik melalui penanganan darurat maupun perencanaan jangka panjang. Ia menegaskan komitmen Pemkot untuk bersinergi dengan PT KAI, pemerintah provinsi, dan kementerian terkait dalam mencari solusi terpadu.

“Banjir ini bukan hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga infrastruktur vital seperti jalur kereta api. Oleh karena itu, kami siap berkolaborasi dan mendukung langkah-langkah yang akan diambil PT KAI dan Kementerian Perhubungan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan drainase, sungai, dan lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa,  keselamatan dan kenyamanan masyarakat, baik sebagai warga maupun pengguna jasa transportasi kereta api, menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Pekalongan.

“Kami berharap penanganan yang dilakukan bisa segera mengembalikan operasional kereta api secara normal. Namun yang terpenting, keselamatan masyarakat harus tetap menjadi yang utama. Pemkot Pekalongan akan terus berkoordinasi dan mengambil peran sesuai kewenangan kami,” tandasnya.