Berita

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lantik  1.049 Pejabat

×

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lantik  1.049 Pejabat

Sebarkan artikel ini

Semarang, NARASIKOE.COM- Gunernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melantik sebanyak 1.049 pejabat di lingkungan pemerintah setempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis 15 Januari 2026.

Dari 1.049 pejabat yang dilantik,  terdiri dari 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 380 Pejabat Administrator, dan 623 Pejabat Pengawas. Dalam pengisian jabatan tersebut, pemerintah provinsi Jawa Tengah konsiosten menerapkan sistem merit. 

Pelantikan itu juga menjadi bagian dari penataan organisasi perangkat daerah, seiring seiring penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan, pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan berdasarkan sistem merit dan tidak bisa direkayasa. 

BACA JUGA  Jaga Layanan, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Lakukan Sistem Bergilir

Dibeberkan dia, pejabat yang dilantik telah melalui proses sesuai ketentuan dan kualifikasi yang ditetapkan oleh instansi pembina. 

“Bapak dan Ibu yang menduduki jabatan itu sudah kualifikasi Badan Kepegawaian Nasionall (BKN) dan Kemendagri. Sistem merit lah yang menentukan jabatan berdasarkan profesionalisme,” ujarnya.

Luthfi juga mengibaratkan, birokrasi sebagai mesin yang hanya akan berjalan jika ditopang kinerja aparatur. “Ibarat motor, birokrasi bahan bakarnya adalah bapak-ibu sekalian,” kata dia.

Ia juga menekankan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih. “Saya pengin kita clean and good governance. Siapa yang nitip langsung saya coret. Jangan coba-coba menawar. Hukumnya haram bagi saya,” kata dia.

BACA JUGA  Wagub Jateng Taj Yasin: Banjir Pati Mulai Surut, Dari 12 Kecamatan Terdampak Kini Tinggal Enam 

Ia meminta pejabat yang baru dilantik menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas. “Ujungnya adalah bagaimana itu memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena birokrasi kita adalah melayani,” ujar Luthfi.

Dalam arahannya, ia mengingatkan pelayanan publik menjadi ukuran utama kinerja birokrasi. “Masyarakat sebagai ndoro (tuan), jenengan (anda) sebagai pelayan. Hindari public complain baik administrasi maupun operasional,” ucap dia kepada para pejabat yang dilantik. 

Luthfi menambahkan, ASN merupakan garda terdepan dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah. Oleh karenanya harus bekerja secara solid.