Pati, NARASIKOE.COM- Personel Sat Samapta Polresta Pati melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan endapan lumpur pasca banjir di Desa Dengkek, Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB untuk membantu pemulihan lingkungan warga yang terdampak banjir.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi, didampingi Kanit Pam Obvit AKP Riyanto dan KBO Sat Samapta Ipda Priyono, serta melibatkan 15 personel. Para anggota membersihkan lumpur yang menutup jalan dan fasilitas umum menggunakan peralatan sederhana seperti sekop, ember, gerobak dorong, dan wiper lantai.
Kapolresta Pati melalui Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
” Kami hadir untuk membantu masyarakat agar aktivitas bisa kembali normal secepat mungkin, khususnya di wilayah yang terdampak banjir cukup parah,” ujar Kompol Ali.
Menurutnya, endapan lumpur yang dibiarkan berpotensi mengganggu keselamatan dan ketertiban.
” Lumpur ini cukup tebal dan licin, sangat berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah dan pengguna jalan,” jelasnya.
Kompol Ali menambahkan, gotong royong juga menjadi sarana mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
” Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial,” ungkapnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Jika masih ada titik-titik lain yang membutuhkan bantuan pembersihan, Sat Samapta siap turun kembali bersama warga,” katanya.
Selain membersihkan jalan, personel juga membantu membersihkan area sekitar pemukiman dan fasilitas umum.
” Prioritas kami adalah akses jalan dan lingkungan yang berhubungan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari,” tutur Kompol Ali.
Kompol Ali berharap sinergi antara Polri dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan pasca bencana.
” Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong, karena pemulihan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” pungkasnya.


















