SEMARANG, NARASIKOE.COM-Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) siap berkontribusi dalam menumbuhkan ekonomi, sehingga bisa menjadi pusat investasi baru.
Para pengusaha importir harus bisa membangun sinergi serta berupaya meningkatkan daya saing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum BPP GINSI, Capt H Subandi mengatakan GINSI berdiri sejak tahun 1956 dan telah memberikan manfaat dalam bidang importasi baik dari pembinaan, advokasi sehingga kegiatan importasi masih bisa eksis dan beraktivitas sampai sekarang. Selama ini GINSI masih dimintai pandangan dan pendapatnya terkait regulasi yang akan dilaksanakan oleh Kementerian.
”Melalui pengukuhan ini, GINSI Jateng diharapkan terus meningkatkan perannya dalam membina pelaku usaha importasi agar keberadaannya bisa berkontribusi dalam memajukan perekonomian Jawa Tengah,” tuturnya saat Pengukuhan BPD GINSI Jawa Tengah Masa Bhakti 2025-2030 di Semarang, Kamis (18/12/2025).
Sementara itu, Ketua BPD GINSI Jateng yang baru saja dikukuhkan Masa Bhakti 2025-2030, Budiatmoko mengatakan, perubahan regulasi dan persaingan global yang semakin ketat menjadi tantangan bagi anggota GINSI. Berbagai pelatihan SDM importir dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing importir.
”Diharapkan GINSI Jateng bisa menjadi jembatan menyampaikan aspirasi pengusaha, mensosialisasikan kebijakan pemerintah. Mendukung Pemerintah Provinsi Jateng untuk menekan biaya logistik serta berkontribusi nyata memajukan perekonomian Jawa Tengah,” ujarnya.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menambahkan, Provinsi Jateng mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7% diatas pertumbuhan nasional. Jawa Tengah menjadi pusat investasi bagi para investor.
”Realisaai capaian investasi di Jateng mendekati Rp 66,88 triliun. Artinya, Jateng banyak dilirik investor. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha termasuk GINSI. Menumbuhkan ekonomi baru, menarik investasi agar lebih mudah ke Jawa Tengah,” harapnya.


















