Semarang, NARASIKOE.COM- Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan, khususnya di tengah puncak musim penghujan saat ini. Peringatan ini didasarkan pada laporan Dinas Kesehatan Kota Semarang yang mencatat tingginya kasus penyakit saluran pernapasan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data evaluasi Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2025, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menduduki peringkat pertama penyakit yang paling banyak diderita warga dengan 156.708 kasus. Selain itu, Hipertensi dan Pilek menyusul di urutan berikutnya.
Berikut adalah 5 besar penyakit yang paling sering dikeluhkan masyarakat Semarang sepanjang 2025:
ISPA: 156.708 kasus
Hipertensi: 145.995 kasus
Pilek: 109.524 kasus
Radang Tenggorokan: 105.857 kasus
Demam: 71.066 kasus
Selain penyakit menular dan tidak menular tersebut, Suharsono juga memberi catatan serius terkait Angka Kematian Bayi (AKB) yang tercatat 76 kasus, serta Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 10 kasus pada tahun 2025. Ia mendorong Pemerintah Kota untuk terus menekan angka ini melalui peningkatan kualitas layanan ibu dan anak.
“Musim penghujan seperti sekarang sangat rentan memicu lonjakan kasus ISPA, pilek, dan demam. Oleh karena itu, saya mengimbau warga Semarang untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah,” ujar Suharsono, Kamis (22/1/2026).
Sebagai langkah preventif, Suharsono mendorong masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan di Posyandu, serta memaksimalkan program inovasi layanan kesehatan seperti LAWANG SEWU (Layanan Warga Semarang Sehat Setiap Waktu) dan PITERPAN. Warga juga dapat mengakses informasi kesehatan dan antrean secara cepat melalui aplikasi SAVIRA.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan kembali pentingnya pemanfaatan Universal Health Coverage (UHC). Program ini menjamin warga Kota Semarang untuk bisa berobat secara gratis hanya dengan menunjukkan KTP/KK.
“Kesehatan adalah hak dasar. Dengan status UHC yang sudah kita miliki, tidak boleh ada warga yang takut berobat karena biaya. Kami di DPRD akan terus mengawasi agar fasilitas kesehatan siap menanggulangi penyakit musiman ini, sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi di tahun 2026,” tegas Suharsono.
Dengan sinergi antara kewaspadaan masyarakat dan kesiapan fasilitas kesehatan, diharapkan derajat kesehatan warga Kota Semarang dapat terus meningkat di tahun ini.


















