Berita

Wagub Jateng Taj Yasin: Banjir Pati Mulai Surut, Dari 12 Kecamatan Terdampak Kini Tinggal Enam 

×

Wagub Jateng Taj Yasin: Banjir Pati Mulai Surut, Dari 12 Kecamatan Terdampak Kini Tinggal Enam 

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin yang ditemui usai menyerahkan surat tugas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati kepada Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu 21 Januari 2026.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin yang ditemui usai menyerahkan surat tugas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati kepada Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu 21 Januari 2026.

Pati, NARASIKOE.COM- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyampaikan, berkat kerjasama semua pihak dalam menangani banjir di Pati, hasilnya cukup melegakan. Dari dua belas kecamatan yang terdampak, kini tinggal enam yang masih tergenang. 

Taj Yasin menyampaikan Kabupaten Pati saat ini masih dalam kondisi bencana banjir. Namun, ia menyebut situasi banjir berangsur membaik berdasarkan laporan dari jajaran di daerah.

“Alhamdulillah disampaikan laporan dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati, saat ini sudah turun menjadi 6 kecamatan yang masih mengalami banjir. Tetapi ini juga harus kita pantau terus,” kata Taj Yasin.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Komitmen Atasi Backlog 1.332.968 Unit Rumah Selama 5 Tahun

Taj Yasin menegaskan, dalam situasi bencana, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Ia meminta jajaran pemerintah daerah menjaga soliditas dan meningkatkan semangat pelayanan di tengah kondisi darurat.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kalau bisa semakin tambah semangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat Forkopimda tersebut, Taj Yasin juga mengundang para camat untuk memastikan layanan publik tetap berjalan. Sekaligus memperkuat koordinasi penanganan banjir dan dampaknya di lapangan.

Selain itu, Wagub juga menekankan penguatan integritas penyelenggara pemerintahan. Ia mengimbau seluruh pimpinan daerah di Jawa Tengah agar tidak melakukan tindakan serupa setelah peristiwa OTT (Operasi Tanggal Tangan) bupati Pati Sudewo oleh KPK.

BACA JUGA  Otonomi Daerah dan Daya Tarik Investasi

“Kami juga menginstruksikan, mengimbau kepada seluruh pimpinan-pimpinan daerah untuk tidak melakukan hal yang sama,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, komitmen integritas tidak boleh hanya sebatas dokumen. Namun harus diterapkan dalam keseharian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pakta integritas jangan hanya berhenti di kertas tetapi juga harus melekat ke dalam keseharian kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan pihaknya masih fokus pada penanganan bencana banjir dan pascabencana.

Chandra meminta dukungan masyarakat agar pemerintahan Kabupaten Pati tetap berjalan baik dan kondisi daerah segera pulih dari bencana banjir.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Ambil Langkah Cepat dan Tegas Hentikan Tambang di Gunung Slamet

“Semoga bencana banjir ini sudah bisa kita atasi nantinya dan segera surut. Dan kami minta dukungannya masyarakat kita doa bersama-sama semoga Pati segera terlepas dari bencana ini,”harapnya.