Berita

Kepala BNPB dan Komisi XII DPR RI Tinjau Desa Wonorejo Serta Serahkan Bantuan

×

Kepala BNPB dan Komisi XII DPR RI Tinjau Desa Wonorejo Serta Serahkan Bantuan

Sebarkan artikel ini

Demak, NARASIKOE.COM- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Anggota DPR RI Komisi XII Jamaludin Malik, meninjau lokasi terdampak banjir limpasan di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar. Turut mendampingi kunjungan tersebut Wakil Bupati Demak M. Badruddin, Kapolres AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra. Kodim 0716/Demak, BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono, Sabtu (17/01/2026). 

Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan BPBD Kabupaten Demak terkait kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bagian dari upaya tanggap darurat.

BACA JUGA  Bupati Sukoharjo Kukuhkan 99 Penyuluh Swadaya ' Tulandha Tani' 

Pemerintah Kabupaten Demak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah , melakukan percepatan penanganan banjir melalui pompanisasi di beberapa titik strategis. Pompa yang dioperasikan satu unit mobile pump dari PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah di titik lokasi pintu sipon Gajah dan satu unit mobile pump dari BPBD Provinsi Jawa Tengah di titik lokasi Desa Wonorejo, serta satu unit pompa dorong alkon milik BPBD Kabupaten Demak yang ditempatkan di Pintu Sipon Gajah.

Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, 100 kasur lipat, 200 paket alat kebersihan, dua unit pompa alkon, serta satu unit perahu polytelin lengkap dengan mesin. 

BACA JUGA  Gandeng Pemerintah Inggris, Pemprov Jateng Siap Perkuat Infrastruktur Logistik 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan, Hasil koordinasi di lapangan menghasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengerukan dan pembersihan sampah yang menyumbat sipon hingga ke dalam gorong-gorong, pemasangan jaring penahan sampah, serta penjagaan dan gotong royong pembersihan setiap hari selama satu bulan ke depan. Selain itu, BNPB akan mendukung pemasangan mobile pump tambahan untuk membantu pompanisasi hingga kondisi kembali normal.

“Untuk jangka panjang, disepakati pula rencana pembangunan Sipon Gajah yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2026. Sementara itu, kegiatan normalisasi sipon untuk penanganan jangka pendek akan didukung melalui pembiayaan dari BNPB”, tutup